Banjir yang melanda Desa Kuala Enok, benar-benar tidak bisa dielakkan. Curah hujan tinggi dan Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak dan sampah – sampah yang menumpuk dimana – mana dan dipinggir sungai maupun di pinggir jalan. Ditambah lagi instansi pemukiman dan prasarana wilayah (Kimpraswil) di tingkat pusat hingga tingkat daerah, sepertinya tidak mau peduli dengan keadaan karena alasan keterbatasan biaya, juga belum bisa memberikan sentuhan bangunan (struktur) pengendali banjir yang memadai.
Ikatan Pemuda Lorong Perigi ( IPLP ) Kuala Enok menagih janji pemerintah tentang program umum untuk kegiatan pengelolaan sungai, danau dan waduk. Antara lain :
Pertama, menyusun pola pengelolaan sumber daya air meliputi upaya konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air.
Kedua, menyusun rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan program jangka pendek (5 tahun), menengah (10 tahun), dan panjang (25 tahun) pada setiap wilayah sungai.
Ketiga, membuat detail desain dari bangunan sesuai program yang telah ditetapkan dari wilayah sungai.
Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir
Kelima, memulai melaksanakan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di
Keenam, membangun bangunan pengaman tebing sungai di daerah-daerah kritis pada empat wilayah sungai.
Ketujuh, membuat kanal-kanal banjir dan normalisasi sungai di beberapa
Kedelapan, melakukan rehabilitasi kerusakan bangunan akibat banjir.
Kesembilan, melakukan operasi dan pemeliharaan sungai serta operasi dan pemeliharaan bangunan sungai.
Kesepuluh, melakukan pemantauan banjir melalui pos-pos pengamanan guna mendukung sistem informasi banjir secara dini.
Oleh : Syahrul Demat
oya w anak kuala enok tgl dilorong tengah nama zakir...
BalasHapusw setuju bgt dengan adanya iplp di k.enok cz dg adanya iplp dik,enok smga aja k.enok city tmbah mju jah......
smga sukses...
hdp k.enok city........