Rabu, 14 Januari 2009
Mukaddimah
Alhamdulillah, akhirnya saya juga bisa membuat blogger untuk para Pemuda Lorong Perigi - Kuala Enok, semoga apa yang saya buat dapat bermanfaat bagi kawan - kawan yang mengunjungi blog ini.
Mohon do'anya agar daerah kita dapat bangun dari keterpurukan baik dari aspek Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan, Kenakalan Remaja, Sosial Budaya dan Politik khususnya dari bidang Keagamaan dan sebagainya.
Mohon Kritik dan Sarannya yach !!!!!
Maaf kalau Blog nya kurang bagus !!!!
Wassalam Wr. Wb
By : SYAHRUL DEMAT
Bangunlah Wahai Pemuda
Mari Rapatkan Barisan
Untuk menuju bangsa yang adil dan sehatera ........
BANJIR
Banjir yang melanda Desa Kuala Enok, benar-benar tidak bisa dielakkan. Curah hujan tinggi dan Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak dan sampah – sampah yang menumpuk dimana – mana dan dipinggir sungai maupun di pinggir jalan. Ditambah lagi instansi pemukiman dan prasarana wilayah (Kimpraswil) di tingkat pusat hingga tingkat daerah, sepertinya tidak mau peduli dengan keadaan karena alasan keterbatasan biaya, juga belum bisa memberikan sentuhan bangunan (struktur) pengendali banjir yang memadai.
Ikatan Pemuda Lorong Perigi ( IPLP ) Kuala Enok menagih janji pemerintah tentang program umum untuk kegiatan pengelolaan sungai, danau dan waduk. Antara lain :
Pertama, menyusun pola pengelolaan sumber daya air meliputi upaya konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air.
Kedua, menyusun rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan program jangka pendek (5 tahun), menengah (10 tahun), dan panjang (25 tahun) pada setiap wilayah sungai.
Ketiga, membuat detail desain dari bangunan sesuai program yang telah ditetapkan dari wilayah sungai.
Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir
Kelima, memulai melaksanakan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di
Keenam, membangun bangunan pengaman tebing sungai di daerah-daerah kritis pada empat wilayah sungai.
Ketujuh, membuat kanal-kanal banjir dan normalisasi sungai di beberapa
Kedelapan, melakukan rehabilitasi kerusakan bangunan akibat banjir.
Kesembilan, melakukan operasi dan pemeliharaan sungai serta operasi dan pemeliharaan bangunan sungai.
Kesepuluh, melakukan pemantauan banjir melalui pos-pos pengamanan guna mendukung sistem informasi banjir secara dini.
Oleh : Syahrul Demat
PELABUHAN SAMUDRA
Pelabuhan Kuala Enok Inhil ini sudah dibangun sejak 19 tahun yang lalu, tetapi sampai saat ini belum bisa difungsikan karena belum adanya akses jalan darat menuju pelabuhan, tetapi saat ini jalan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat menuju kawasan pelabuhan.
Kondisi jalan menuju pelabuhan saat ini masih ada sekitar 2,5 km yang belum fungsional atau yang belum tertimbun, tetapi kondisinya saat ini sudah bisa dilewati artinya mobil sudah bisa masuk ke kawasan pelabuhan.
Jadi saat ini akses jalan ke pelabuhan yang dibangun dengan sistem Multi Years dari Kuala Enok ke Bagan Jaya sepanjang 60 Km dan dari Bagan Jaya ke Sungai Akar sepanjang 56 Km sudah hampir selesai dan diharapkan pelabuhan Kuala Enok sudah bisa dioperasikan secepatnya.
Dengan adanya akses jalan darat ke pelabuhan Kuala enok yang ditandai dengan masuknya mobil ke kawasan pelabuhan mendapat simpati dan respon positif dari Kepala Desa,tokoh masyarakat dan para pemuda Kuala Enok.
Mereka masyarakat Kuala Enok tidak pernah membayangkan adanya jalan darat yang bisa dilewati mobil ke kawasan pelabuhan Kuala Enok itu, ternyata saat ini sudah terjadi,memang diluar perkiraan mereka.
Diharapkan dengan mulai beroperasinya pelabuhan Kuala Enok akan dapat meningkatkan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian baru di kawasan tersebut yang bisa dinikmati oleh masyarakat.
Oleh : Syahrul Demat
LONGSOR LAGI DESAKU
Kota Kuala Enok yang berada di tepian Selat Berhala dan pertemuan arus sungai dengan kondisi tanah yang sangat labil. Oleh sebab itu, pada titik tertentu sangat rawan dengan bencana longsor. Setiap tahun ada saja kejadian longsor ini. Kita pun sudah mengingatkan kepada warga agar tidak lagi membangun di sekitar tepian sungai, tetapi ke daratan untuk menghindari hal itu.
Satu unit los pasar ikan, dua petak warung dan dua petak bangunan ditambah beberapa meter jalan di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (18/11) sekitar pukul 01.30 WIB dinihari amblas ke Sungai Enok.
Saat kejadian sedang berlangsung hujan deras. Ketika itu ketinggian permukaan air hanya 0,1 meter sedangkan pada siangnya ketinggian air pasang 4,4 meter. Perbedaan ketinggian air yang sangat menyolok itu menurutnya membuat daratan menjadi goyah, apalagi struktur tanah di wilayah itu memang labil karena berada di pesisir, berhadapan dengan Selat Berhala.
Tidak ada korban jiwa akibat musibah ini, karena saat itu pemilik warung sedang tidak berada di lokasi kejadian. Penyebab musibah tersebut ditengarai karena perbedaan air surut dan pasang yang sangat ekstrim beberapa saat sebelumnya. Itu ditengarai memicu bergeraknya daratan ke dasar sungai. Sebelumnya, di lokasi yang sama sudah kerap terjadi musibah serupa.
Di wilayah kejadian itu ada palung yang sangat cekung. Karena itu saat ada perbedaan tajam antara ketinggian air pasang dan surut bakal membuat wilayah tersebut anjlok. Yang longsor pada Selasa dinihari itu adalah lapis ketiga, dua lapis sebelumnya sudah anjlok beberapa tahun silam. Di lokasi ini memang bukan pemukiman masyarakat, tetapi kawasan pasar, oleh sebab itu tidak ada korban jiwa.
Bersamaan dengan longsor itu, ikut amblas pula tanah kavlingan milik masyarakat. Luas tanah kavlingan yang amblas itu menurutnya sekitar 10 kavling. Karena merupakan kawasan ekonomi, harga satu kavling tanah itu cukup tinggi, mencapai Rp 50 juta. Selain itu, di sejumlah tanah kavling tersebut sudah ada yang mendirikan tapak bangunan yang akan dijadikan ruko.
Secara ekonomi, lokasi ini dimilliki oleh kalangan berduit. Sementara waktu, pasar ikan dipindahkan ke wilayah lain supaya aktivitas warga tidak terganggu. Pihak KecamatanTanah Merah, sudah menyampaikan kejadian itu kepada Pemkab Inhil. Nantinya diharapkan ada bantuan dan langkah selanjutkan mengantisipasi supaya tidak terjadi lagi musibah serupa di lokasi ini.
Kini, satu kawasan lainnya yang berada di sekitar tower milik Telkomsel pada Sungai Perigi juga rawan dengan longsor. Penyebabnya sama, karena lokasi tersebut berada di tepian sungai yang menjadi tempat pertemuan arus Sungai Enok dan Sungai Indragiri. Palung yang ada di sekitar lokasi itu suatu waktu dapat mengancam longsor pemukiman warga dan aset milik Telkomsel tersebut.
Oleh sebab itu, pihaknya sudah meminta kepada warga yang bermukim di wilayah tersebut senantiasa berhati-hati dan waspada. Jika suatu waktu ada perbedaan sangat ekstrim antara pasang dan surut serta hujan deras, warga disarankan keluar dari lingkungan itu. Lokasi itu pun sejatinya berdekatan dengan Kantor Camat Tanah Merah.
ISU PEMEKARAN DAERAH INHIL SELATAN
Provinsi Riau merupakan salah satu Provinsi yang terbesar di
seperti bola salju. Sehingga timbul visi dari para kalangan elit politik, Tokoh Masyarakat, para ulama-ulama dan kaum pemuda/I di Kec. Tanah Merah mendirikan sebuah lembaga yang bernama DPPK INSEL.
Bahkan di setiap persimpangan jalan, warung - warung kopi, pelabuhan dan tempat-tempat umum lainnya secara informal sudah sering terdengar adanya pemekaran INSEL, bahkan untuk pembicaraan formal pun sudah sering terjadi, forum-forum mahasiswa, kampanye politik serta musyawarah yang diadakan masyarakat Kec, Tanah Merah khususnya.
Akhirnya salah satu dari Ikatan Pemuda RW 02 Lorong Perigi (IPLP) Kuala Enok yang diwakili oleh SYHAHRUDDIN DEMAT pun angkat bicara dan memandang posiif dengan adanya wacana yang timbul dikalangan Masyarakat Kec. Tanah Merah. Karena sudah sepantasnya ada pemekaran daerah di wilayah Kab. Inhil dimana wilayah INSEL sudah mempunyai SDA dan SDM yang bisa dikelola untuk mencapai kemakmuran rakyat dan daerah yang mandiri.
Visi dan Misi setiap daerah untuk menuntut kesejahteraan secara merata menjadi ujung tombak kenapa pemekaran harus terjadi. Menteri Dalam Negeri Mardiyanto mengatakan sejak 1999 telah terbentuk 191 daerah otonom baru yang terdiri dari 7 provinsi, 153 kabupaten, dan 31 kota.
Dengan demikian, total daerah saat ini ialah 33 provinsi, 483 kabupaten/kota. Daerah otonom baru pun masih bisa bertambah, pasalnya saat ini masih terdapat 15 RUU pembentukan daerah baru yang diusulkan DPR.
Momentum perubahan ada ditangan anak-anak bangsa khususnya daerah yang bersangkutan untuk mempersiapkan secara maksimal pemekaran daerah yang akan segera direalisasikan.
Bangunlah wahai Negeri dan Bangsaku, janganlah selalu menunduk ataupun melihat kebelakang !!!
Oleh : Syahrul Demat